Mengenal Borobudur, Candi Terbesar Di Dunia Dengan Pesonanya

By | Januari 16, 2019

Candi Borobudur – Siapa yang tidak tahu Borobudur, Candi Budha terbesar di dunia ini telah dikenal banyak orang. Pesonanya mampu menarik ribuan wisatawan setiap tahunya.
Bagaimanakah sejarah candi Borobudur? Dan apa yang menyebabkan Borobudur menarik perhatian banyak orang? Berikut pembahasanya.

Candi Borobudur terletak di Borobudur, Magelang, Provinsi Jawa Tengah. Bangunan candi ini di dominasi arsitektur bercorak Budha. Diperkirakan Candi ini dibangun pada masa dinasti Syailendra saat Samaratungga berkuasa, sekitar tahun 770M dan baru selesai pada 825M. Meskipun demikian, belum ada bukti kuat yang menjelaskan secara pasti siapa dan kapan candi ini dibangun.

Asal Usul Borobudur

Stupa Borobudur (instagram.com/haflzh)

Menurut beberapa teori, nama Borobudur berasal dari kata Sambharabudhara yang berarti “Gunung”. Teori lain mengatakan nama Borobudur berasal dari kata Bara dan Budur. Bara berarti komplek Biara, dan budur memiliki arti atas/diatas. Secara garis besar dapat diartikan bahwa Borobudur adalah komplek biara yang berada diatas pegunungan.

Bangunan Candi Borobudur terbagi 10 tingkat, mengandung filosopi tentang proses kehidupan manusia. Arsitektur candi terbesar ini terdiri atas 1 stupa induk, 72 stupa terawang, 504 patung arca, dan 1460 relief.

Sebelum terkenal seperti saat ini, Candi Borobudur melewati proses yang panjang. Bahkan sempat terkubur dalam lapisan debu Vulkanik, sebelum akhirnya ditemukan oleh tim dari pemerintahan Inggris yang dipimpin Thomas Stamford Rafles pada tahun 1814 M. Sebelum ditemukan, candi ini hanya terlihat sebagai bukit karena terkubur dan tidak terawat.

Relief Candi Borobudur (instagram.com/haflzh)

Setelah proses yang panjang, tepatnya pada tahun 1907 pemerintah Belanda mulai mengambil langkah untuk melestarikan bangunan Candi dengan melakukan pemugaran. Akhirnya pada tahun 1991, UNESCO menetapkan bahwa Borobudur adalah warisan dunia.

Untuk anda yang berencana berkunjung ke Borobudur, harga tiket masuknya sekitar Rp. 30.000/orang. Sedangkan untuk wisatawan Asing, harga tiketnya Rp. 150.000/orang. Pintu masuk mulai dibuka pada pukul 6.00 pagi. Jika beruntung, anda bisa melihat sunrise / matahari terbit. Lingkungan Borobudur yang sejuk juga menjadikan anda betah berlama-lama.

Lokasi Candi Borobudur

Relief Candi Borobudur (instagram.com/haflzh)

Terletak sekitar 100km dari kota Semarang, dan 40km dari kota Yogyakarta. Komplek Borobudur dapat diakses sekitar satu jam dari semarang, dan dua jam dari Yogyakarta. Jika anda kebetulan sedang ada di dua kota tersebut, anda bisa coba mengunjungi komplek Candi Borobudur.

Untuk menuju Borobudur anda bisa menggunakan mobil pribadi, atau angkutan umum. Untuk angkutan umum, khususnya yang online, tarif dari Jl. Malioboro ke Borobudur sekitar Rp. 250.000. Alternatif lainya, anda bisa menggunakan Bus dengan jurusan Candi Borobudur.

Agar kegiatan anda lebih nyaman, disarankan untuk menyewa penginapan di sekitar komplek Borobudur. Ini bertujuan untuk menghemat waktu perjalanan, dan menghindari kelelahan. Tenang, di sekitar  Borobudur terdapat berbagai pilihan penginapan. Baik yang standar maupun yang berbintang. Dengan harga yang bervariasi juga tentunya.

Di dejkat Borobudur terdapat bangunan lain seperti Candi Mendut, yang terletak sekitar 3 KM dari Borobudur yang bisa dijadikan alternatif wisata. Ada juga komplek Candi Pawon yang terletak sekitar 2 KM dari Candi Borobudur.

Sebagai buah tangan, di komplek Borobudur juga banyak penjual Cinderamata seperti batik, replika candi, kaos, dll. Disarankan untuk menjelajah Candi Borobudur di pagi hari. Karena udaranya yang segar, dan menghindari sengatan terik matahari.


Disclaimer : Apabila dalam artikel ini terdapat kesalahan dalam penulisan, mohon beri tahu saya melalui kolom komentar dibawah postingan ini.

HTML is also allowed.

2 thoughts on “Mengenal Borobudur, Candi Terbesar Di Dunia Dengan Pesonanya

  1. hastira

    candi itu mahakarya suatu bangsa besar, bangga punya borobudu bangsa kita

    Reply
    1. Kisna Hafizh Post author

      iya betul mba.
      Padahal jaman dahulu belum ada alat berat seperti sekarang ini.. Tapi bisa buat mahakarya seindah itu

      Reply

Tinggalkan Balasan

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.