Mengapa Banjir Bisa Terjadi?

Penyebab dan dampak akibat terjadinya banjir.

0

Mengapa banjir bisa terjadi? – Indonesia merupakan sebuah negara yang terletak di daerah yang dilewati garis khatulistiwa. Dengan posisi strategis yang terletak diantara dua samudera dan dua benua, secara ekonomi memberikan keuntungan dari perdagangan barang dan jasa.

Bentangan garis khatulistiwa tersebut juga menyebabkan Indonesia hanya memiliki 2 (dua) musim saja, musim penghujan dan musim kemarau. Akibat dari musim penghujan yang ekstrim dapat menyebabkan bencana banjir. Sedangkan akibat musim kemarau yang ekstrim pula dapat menyebabkan bencana kekeringan. Dua hal tersebut yang menjadi permasalahan pokok hingga saat ini.

 

Pengertian bencana tersendiri menurut Undang-Undang No. 24 Tahun 2007 tentang Penanggulangan Bencana menyatakan bahwa : “Peristiwa atau rangkaian peristiwa yang mengancam dan mengganggu kehidupan dan penghidupan masyarakat yang disebabkan, baik oleh faktor alam dan/atau faktor non alam maupun faktor manusia sehingga mengakibatkan timbulnya korban jiwa manusia, kerusakan lingkungan, kerugian harta benda, dan dampak psikologis”.

Sedangkan menurut Prof. Paulus P. Rahardjo, Ph.D, dalam kuliah umum “Likuifaksi dan Kegempaan” yang diselenggarakan pada tanggal 27 Januari yang lalu menjelaskan bahwa “Bencana akan terjadi apabila kita tidak siap untuk menghadapi ancaman“.

Definisi banjir itu sendiri menurut Badan Penanggulangan Bencana Banjir (BNPB) adalah “Peristiwa atau kejadian alami dimana sebidang tanah atau area lahan kering, tiba-tiba terendam air karena volume air meningkat“.

Sedangkan definisi banjir menurut KBBI yaitu: “berair banyak dan deras kadang-kadang meluap atau peristiwa terbenamnya daratan karena peningkatan volume air”.

1.Penyebab Terjadinya Banjir

Beberapa dari kalian pasti pernah berpikir, mengapa banjir bisa terjadi?  Ya, banjir tidak memandang tempat. Mau di kota, maupun di pedesaan bisa terkena banjir. Lantas apa sih yang dapat menyebabkan bisa terjadinya banjir?

1.1. Kondisi Topografi

Air mengalir dari tempat yang tinggi ke tempat yang rendah. Pernyataan tersebut selaras dengan peluang terjadinya banjir di tempat yang rendah akan lebih besar dibandingkan dengan tempat yang tinggi. Nah, daerah dengan kondisi topografi rendah atau yang lebih dikenal dengan dataran rendah memiliki peluang yang lebih banyak/besar untuk terkena banjir dibandingkan dengan dataran tinggi.

1.2. Intensitas Hujan yang Tinggi

Hujan yang terjadi secara terus menerus dapat menyebabkan volume air meningkat. Apabila volume air meningkat secara drastis, maka sungai ataupun saluran air tidak dapat menampung air yang ada sehingga air sungai meluap lalu terjadilah banjir.

1.3. Sedikitnya Area Resapan Air

Ruang terbuka hijau (RTH) dalam suatu kota sangat diperlukan yang berguna sebagai tempat resapan air disaat hujan. Apabila jumlah area resapan air mencukupi, maka saat terjadi hujan, air yang jatuh di permukaan akan dapat terserap kedalam tanah dengan efektif dan runoff akan berkurang.

Namun, apabila jumlah area resapan air hanya sedikit atau bahkan tidak ada sama sekali, maka air yang jatuh tidak bisa teresap dengan baik ke tanah, sehingga banjir akan sangat gampang terjadi.

1.4. Penebangan Hutan

Penebangan hutan liar sehingga menyebabkan hutan gundul juga merupakan salah satu faktor terjadinya banjir. Apabila hutan gundul, berarti jumlah pohon pun berkurang. Padahal, kita tahu bahwa akar pohon berfungsi sebagai penyerap air.

Nah, kalau hutan gundul, otomatis pohon tidak ada, maka akar pohon yang berfungsi sebagai penyerap air itu pun juga tidak ada sehingga banjir akan gampang terjadi  karena tidak adanya bantuan pohon dalam menyerap air.

1.5. Tersumbatnya Saluran Air

Kebiasaan membuang sampah sembarangan memberikan dampak jangka panjang yang sangat merugikan. Dengan membuang sampah sembarangan, misalnya ke selokan atau ke sungai, maka akan membuat laju dan kapasitas sungai menjadi berkurang.

Terlebih ketika sampah-sampah tersebut sudah menumpuk, misalnya saja di pintu sungai, yang awalnya air dapat mengalir dengan lancar, menjadi tersendat akibat adanya tumpukan sampah.

Tersumbatnya air akan menyebabkan menumpuknya air pada suatu tempat dan akan meluap serta akan menyebabkan banjir. Banjir tersebutlah yang akan memberikan dampak negatif apabila mengenai tanah-tanah perkebunan bahkan perumahan warga.

Alangkah lebih baiknya, mulai saat ini biasakanlah buang sampah pada tempatnya. Apabila tidak menemukan tempat sampah, genggam sampah tersebut hingga bertemu tempat sampah dan baru membuangnya.

2. Dampak Banjir

Terjadinya banjir pada suatu daerah, pastinya akan menimbulkan konsekuensi baik itu langsung maupun tidak langsung.

Banjir dapat menyebabkan beberapa masalah, antara lain:

2.1. Dampak Ekonomi

Ketika terjadi banjir, terlebih jika banjir tersebut sampai masuk ke dalam rumah dan melumpuhkan kegiatan masyarakat, maka dapat menyebabkan kerugian baik material maupun non material.

Kegiatan jual-beli pada sebuah kota yang terkena banjir, dapat terhenti sampai kondisi banjir surut kembali. Jika memang banjir yang terjadi sangatlah besar, misal menggenangi sebuah tempat hingga mencapai kedalaman 1,5 meter sampai lebih dari 3 meter, maka pihak berwajib harus turun tangan.

Pihak-pihak yang turun tangan tersebut bisa berasal dari instansi pemerintah yang menangani khusus bencana bahkan komunitas peduli bencana yang terbentuk karena kepedulian masyarakat itu sendiri.

Nah, penanganan banjir ini tidaklah memakan biaya yang murah. Mulai dari mengevakuasi masyarakat yang terjebak di rumahnya dengan menggunakan perahu karet, menyiapkan tempat untuk mengungsi masyarakat, bahkan untuk memenuhi kebutuhan masyarakat yang terdampak banjir.

 

(video yang diunggah di Twitter, ikan masuk kedalam rumah)

Bagi para peternak budi daya ikan juga bisa mengalami kerugian ketika kolam-kolam atau tambak mereka tergenang air dan ikan-ikan yang berada didalamnya ikut hanyut dengan banjir. Pernah ada kejadian di Twitter, seseorang mengunggah video ikan lele berukuran besar masuk ke dalam rumah mereka. Pasti peternak lele yang kehilangan lele tersebut kebingungan saat lele-lelenya hilang, gaes.

Oleh karena itu, apabila banjir terjadi, maka dapat menghambat kegiatan perputaran roda ekonomi dalam sebuah kota.

2.2. Dampak Lingkungan

Akibat dari banjir juga dapat menimbulkan dampak bagi lingkungan. Banjir yang membawa lumpur dan sampah, akan mengendap di jalan-jalan bahkan masuk hingga ke rumah warga. Lebih tepatnya akan berdampak pasca-bencana banjir tersebut.

Selain itu, banjir juga dapat membawa berbagai penyakit, mulai dari penyakit kulit, gatal-gatal hingga membawa jentik-jentik nyamuk demam berdarah (dbd). Penyakit yang timbul di kawasan yang terkena banjir rentan sekali menyerang anak-anak dan lansia.

Apabila hal tersebut terjadi, maka mau tidak mau warga/masyarakat yang tinggal di daerah rawan banjir harus bersiap diri dengan konsekuensi apabila terjadi banjir.

Akhir Kata

Banjir yang terjadi di banyak tempat di Indonesia ini diakibatkan oleh beberapa faktor yang berbeda-beda. Mulai dari kondisi wilayah nya yang memang rendah, adanya kesalahan dalam pembangunan drainase, atau merupakan akibat dari kebiasaan warga/masyarakat yang membuang sampahnya di sembarang tempat.

Memang, membuang sampah di sungai ataupun di saluran air tidak memberikan dampak secara langsung, tetapi akan memberikan dampak di waktu yang akan datang. Oleh karena itulah, mulai dari sekarang, kita sebagai masyarakat madani harus lebih peka dan sadar terhadap kebersihan lingkungannya.

Dengan lingkungan yang bersih maka akan menciptakan suasana yang nyaman, aman dan tentram.


Sekian artikel dari saya mengenai “mengapa banjir bisa terjadi?”, semoga artikel ini dapat bermanfaat bagi banyak orang. Terima kasih telah menyempatkan membaca artikel di blog ini, jangan lupa  baca juga artikel mengenai informasi yang lainnya juga ya!

TINGGALKAN BALASAN

Masukkan komentar Anda!
Masukkan nama Anda disini

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.