Berbeda Pendapat? Mengapa Tidak!

By | April 16, 2019

Berbeda Pendapat? Mengapa Tidak! – Perbedaan adalah perkara yang terjadi dalam kehidupan kita. Perbedaan itu timbul karena persepsi kita tentang suatu hal tidak sama dengan yang lainnya.

Perbedaan disini bisa meliputi perbedaan pilihan, perbedaan pendapat, perbedaan sudut pandang yang sama sekali tidak bisa di paksakan sama satu sama lainnya. Berpendapat adalah salah satu Hak Asasi Manusia (HAM) yang telah diatur dalam Undang-Undang Dasar 1945 Pasal 28 A-J. Negara Indonesia adalah negara yang membebaskan rakyatnya dalam hal kebebasan berpendapat, well, ini adalah salah satu dampak positifnya demokrasi..

Apakah kita boleh berbeda dengan yang lainnya? Boleh! Asalkan tidak dalam hal keburukan. Dengan adanya perbedaan, malah membuat kehidupan ini menjadi berwarna loh!

Menyikapi Pilpres 2019

Momentum yang lagi hangat, malah bisa dibilang panas, saat ini adalah perbedaan dalam memilih calon pasangan presiden dan wakil presiden. Masyarakat Indonesia seakan-akan terpecah menjadi dua kubu dimana terdapat oknum yang saling mengadu domba antara keduanya.

Ya, besok kita akan memilih dari dua calon yang akan menjadi pemimpin negeri ini selama 5 tahun kedepannya. Mereka berdua adalah orang baik yang dengan sukarela mengabdi untuk bangsa dan negara. Seharusnya, kita menghargai, bukannya malah menjatuhkan.

Memang betul bahwa kita diberikan kebebasan hak dalam berpendapat dan memilih. Namun, dalam perbedaan konteks pandangan dalam hal ini, kita seakan-akan kebablasan dalam memberikan pendapat sampai menjatuhkan satu sama lain, mencela satu sama lain, dan saling bermusuhan satu sama lain.

Kadang, saya berpikir bahwa kebebasan yang tidak terbatas ini ada dampak negatifnya. Tameng seperti UU ITE perlu dibenahi agar masyarakat Indonesia dapat menggunakan internet dengan bijak.

Kita adalah satu, kita adalah Indonesia. Kalimat itu harus ditanamkan baik-baik dalam kepribadian masing-masing warga Negara Indonesia.

Apakah kita harus terjajah lagi agar kita bersatu? Tidak! Saya yakin bahwa rakyat Indonesia memiliki rasa persatuan dan rasa kemanusiaan yang tinggi. Hanya saja, ada sekelompok oknum yang menggiring opini berbahaya yang berkemungkinan memecah belah persatuan kita.

TV dan internet adalah salah satu media yang digunakan untuk menyebarkan informasi yang mana ada beberapa oknum bermain didalamnya dengan menyebarkan hoax dan hate speech sehinggal menimbulkan rasa dendam.

Berpendapat yang Positif

Di era yang melek dengan teknologi seperti saat ini, berpendapat tidak hanya dilakukan dengan tatap muka ataupun saat bermusyawarah. Ketika kalian menuliskan rasa ketidaksetujuan tentang suatu hal di media sosial, itu juga merupakan berpendapat.

Dibawah ini adalah salah satu kelompok yang menggunakan media sosial nya dengan baik. Video ini sempat menjadi trending nomor 1 selama 4 hari berturut-turut dan telah mendapatkan views sebanyak 18 juta penonton!

Apabila semua orang menggunakan sosial media dengan bijak, mungkin sosmed akan lebih nyaman untuk digunakan. Namun pada kenyataannya, masih banyak yang menyalahgunakan sosial media dengan membuat akun palsu dan menghujat orang lain yang dibencinya.


Perbedaan adalah hal yang wajar. Seharusnya kita bisa menyikapinya dengan sebaik mungkin. Apabila pendapat orang lain lebih baik daripada pendapat kita, lebih baik legowo. Janganlah kita bermusuhan hanya karena memiliki pandangan yang berbeda.

Jangan ada lagi sebutan anak katak atau anak kelelawar lagi, kita ini sama. Jangan ada lagi hinaan dan makian hanya karena berbeda pendapat. Jangan ada lagi perdebatan tentang siapa yang benar karena kita tidak bisa memaksakan kehendak orang lain.

Besok, 17 April 2019, adalah satu hari yang sangat menentukan bagaimana kelanjutan negara ini. Gunakanlah hak pilihmu besok, bijaklah dalam memilih apa yang kamu yakini dalam hati, bukan karena hasutan orang lain.

Satu suara dari kalian sangat berpengaruh, jangan sampai hak suara yang kita punya, tidak kita gunakan dengan sebaik mungkin. Marilah kita bangun bersama Indonesia menjadi bangsa yang maju, bangsa yang berbudaya!

Indonesia Jaya!

HTML is also allowed.

Tinggalkan Balasan

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.